PEMANFAATAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
PEMANFAATAN SIFAT KOLIGATIF LARUTAN DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Hallo.... Teman belajar semua, pada kali ini aku akan membahas mengenai pemanfaatan sifat koligatif larutan dalam Kehidupan Sehari-hari. Nah sebelum kita masuk ke pembahasan materi tersebut kalian masih inget gak apa itu sifat koligatif larutan.
Sifat Kologatif Larutan adalah sifat larutan yang tidak bergantung pada jumlah jenis zat larutan, tetapi hanya bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam larutan.Sifat koligatif larutan meliputi; penurunan tekanan uap, penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmosis.
Lalu bagaimana sih penerapan atau pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari? yuk kita bahas satu persatu.
1. Penurunan Tekanan Uap
- Pembuatan Kolam Apung

Contoh pemanfaatan dari penurunan tekanan uap adalah pada pembuatan kolam apung, sebagai contoh kolam apung di Atlantis Water Adventures Ancol. Mengapa disebut sebagai kolam apung, karena kita mengapung didalamnya tanpa perlu menggerakan kaki agar mengapung. Hal ini dikarenakan massa jenis air dalam kolam lebih besar dari massa jenis tubuh kita. Lalu mengapa massa jenis air kolam bisa lebih besar? Nah hal ini bisa terjadi karena didalam air kolam itu dilarutkan garam yang sangat banyak, bahkan kandungan garam didalamnya mencapai 10 kali lipat dibandingkan kadar garam dalam air laut biasa. Dengan ditambahkan garam kedalam air kolam menyebabkan molekul-molekul air kolam sukar menguap dibandingkan pada air murni. Sehingga yang terjadi tekanan uap yang ada di dalam kolam lebih rendah dibandingkan dengan air murni.
2. Penurunan Titik Didih
- Mencairkan Salju

Saat kita berjalan-jalan ketempat bersalju, kita pasti melihat banyak salju yang menutupi jalanan. Umtuk mengatasi permasalahan tersebut kita bisa menerapkan konsep penurunan titik beku, yaitu dengan menaburi garam di sepanjang jalan bersalju. Dimana salju yang awalnya berisi air murni yang titik bekunya 0oC dengan suhu lingkunan misal -4oC ditambahkan garam dan berubah menjadi larutan, titik bekunya mengalami penurunan misalkan menjadi -5oC. karenan suhu lingkungan lebih tinggi dibandingkan titik beku salju tersebut, maka salju akan mencair.
Cairan Anti-Beku Mesin Kendaraan

Cairan Anti-Beku Mesin Kendaraan
Pada mesin kendaraan bermotor di Negara bermusim dingin, pada mesin kendaraannya diberikan cairan anti beku. Hal ini karenan air yang ada didalam kendaraan dapat membeku ketika suhu 0oC, dan menyebabkan mesin tidak bisa berfungsi. Cairan anti beku biasanya terkandung etilen glikol. Saat ditambahkan cairan anti beku akan terjadi penurunan titik beku, yaitu kurang dari 0oC, sehingga air dalam kendaraan tidak akan membeku.
.
- Cairan Pendingin pada Penjual Es Krim Keliling
3. Penurunan Titik Didih
- Mempercepat Pematangan Daging
4. Tekanan Osmosis
- Penyerapan Air Oleh Akar


Pada peristiwa ini dimana akar yang terdapat banyak zat terlarut,sehingga didalam akar ini terbentuk suatu larutan dan diluar akar terdapat air. Dimana konsentrasi diluar akar lebih rendah dibandingkan didalam akar, maka air akan masuk kedalam akar melalui membran semi permeabel yang ada di akar, dan terjadi peristiwa osmosis, yaitu perpindahan molekul dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi melalui membran semi pemeabel.
- Pengawetan Makanan Dengan Garam


Sebenarnya penambahan garam pada makanan bertujuan untuk membunuh mikroba yang membuat makanan menjadi busuk. Biasanya cairan dalam mikroba ini konsentrasinya lebih encer, ketika ditambahkan garam cairan diluar mukroba akan memiliki konsentrasi yang lebih pekat. Maka akan terjadi peristiwa osmosis dimana air didalam mikroba akan keluar melalui membran semi permeabel yang ada pada mikroba sehingga air dalam mikroba akan keluar dan mikroba akan mengkerut dan mati.
- Pembasmian Lintah Dengan Garam

Didalam lintah terdapat cairan, ketika ditaburkan garam, cairan diluar tubuh lintah akan memiliki konsentrasi lebih pekat dari konsentrasi cairan didalam tubuh lintah yang lebih encer. Sehingga akan terjadi peristiwa osmosis, dimana cairan dalam tubuh lintah akan keluar melalui membran semi permeabel yang ada dilintah ke luar tubuh lintah, akibatnya lintah akan mengkerut dan mati.
- Desalinasi Air Laut


Desalinasi air laut menggunakan bejana yang dipisahkan oleh membran semi permeable. Dimana pada sisi yang satu diisi oleh air murni dan disisi yang satu diisi oleh air laut. Maka akan terjadi peristiwa osmosis sehingga sisi air laut akan mengalami pertambahan volume. Lalu Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan agar peristiwa osmosis tidak terjadi. Jika kita berikan tekanan yang sama dengan tekanan osmosisnya maka peristiwa osmosis tidak terjadi, jika tekanan yang diberikan kurang dari tekanan osmosisnya, maka peristiwa osmosis tetap terjadi, lalu bagaimana ketika tekanan yang diberikan lebih besar dari tekanan osmosisnya, maka akan terjadi peristiwa osmosis balik. Nah hal ini lah yang digunakan dalam proses desalinasi air laut, dan kita akan mendapatkan air murni.
- Cuci Darah


Pada proses cuci darah ini, darah pasien akan dipompa ke suatu alat yaitu dializer, dimana pada dializer ini dibagi dua bagian yang dipisahkan oleh membran. Pada satu bagian diisi oleh darah pasien, dan disatu sisi diisi oleh cairan dialisat. Nah antara dua bagian ini memiliki tekanan yang berbeda, dimana pada bagian darah adalah daerah dengan tekanan besar, sedangkan pada daerah dialisat dengan tekanan kecil. Sebenarnya pada peristiwa cuci darah ini menggunakan prinsip osmosis balik. Dengan tekanan besar didaerah darah, maka molekul-molekul kecil, air dan racun dari darah bisa lolos dari mebran semi permeabel, dan zat-zat dari darah tadi telah pindah ke dialisat, maka darah ini sudah bersih, darah ini lah yang akan dikembalikan lagi ketubuh pasien.
Komentar
Posting Komentar